Selasa, 30 Desember 2014

RESENSI MARRIED BECAUSE OF ALLAH


Judul Buku:     Married Because of Allah
Penulis:              Anugrah Roby Syahputra
Tahun Terbit: 2014, cetakan I
Penerbit:           Noura Books
Kategori Buku: Agama

                Married Because of Allah merupakan buku agama yang memotivasi kaum muda-mudi untuk tidak menempuh jalur pacaran sebelum menikah. Membahas secara tuntas apa saja yang dapat menjadi pendorong kita untuk tetap berpacaran walau tahu bahwa itu dilarang oleh agama.
                Itulah salah satu poin yang akan di bahas dalam buku karangan Anugrah Roby Syahputra ini. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku anak bangsa dalam kehidupannya, cara bergaul yang salah dan memilih teman yang ‘kurang baik’  juga sangat memberikan efek yang signifikan.

Di negeri kita yang katanya religious dan berketuhanan Yang Maha Esa ini, parahnya majalah yang memanjakan nafsu kebinatangan lelaki ini bisa terbit atas alasan kebebasan. (halaman 29) Faktanya, pacaran telah menjadikan cewek sebagai obyek eksploitasi. Cewek menjadi korban, sementara si cowok hanya menikmati kesenangan. (halaman 42)
                Nahh, gimana girl? Masih banyak bahasan-bahasan kece yang membuat jleebbbb lho.
                Memang sih bukan hanya cowok saja yang di salahkan dalam hal ini. Buktinya saja kini pameran aurat makin lama makin menantang. Di mall, di kampus, semuanya pasti menemukan pameran aurat ini. Lebih-lebih teknologi makin canggih, dengan membeli hape seharga 500rb, semuanya bisa mampir di genggaman kita. Belum lagi ramainya foto syur dan video porno di internet. Huh!
                Dalam penulisan, Anugrah berhasil membawa pembaca dalam lamunan panjang untuk berpikir lebih dalam lagi. Tentang larangan dan keharusan yang memang wajib untuk dilaksanakan. Sebuah rencana bagi masa depan saya dan kalian semua. Perbaiki diri sendiri untuk dapat mendapatkan yang terbaik. Karena hidup adalah tentang sebab dan akibat. Apa yang kita lakukan, itulah yang akan kita dapatkan nantinya.
                Terakhir saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman yang pernah dirasakan mantan Presiden Mahasiswa ITB, Ridwansyah Yusuf Achmad. Baginya, sekeren-kerennya akhir masa jomblo adalah mengkhitbah. Bicarakan langsung ke orangtuanya. Utarakan niat untuk mencintai anaknya. “Pak, izinkan saya mencintai dan menanggung hidup anak Bapak.” Itulah yang dikatakannya di depan calon mertuanya di Pariaman, Sumatera Barat. Sang bapak pun menjawab, “Kalau ada pria saleh dan baik meminang anak Bapak. Apa lagi alasan Bapak untuk menolak?” Gimana keren kan? J
Buat cewek, jagalah jiwa, raga, dan kehormatanmu. Jangan buat suamimu kelak menyesal mendapati istrinya ternyata bukanlah bidadari yang masih suci. (halaman 111)
Subnanallah ..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar