Senin, 29 April 2013

Surat Untuk Jodohku..


Foto by: google.com

Merindukanmu jodohku
Apa kau disana baik-baik saja?
Setiap malam aku memikirkanmu,,
Aku harap kamu selalu dalam lindungan kuasa-Nya

Walau aku tak tau siapa engkau
Tak tau bagaimana engkau saat ini
Tapi aku berharap kau akan tetap menjaga lisanmu, menjaga penglihatanmu dan menjaga pendengaranmu

Aku tak pernah berharap kau sempurna
Yang terpenting bagiku
Kau selalu mengingat siapa yang menciptakanmu
Dan siapa yang melahirkanmu di dunia ini

Minggu, 28 April 2013

Memendam Rasa

Foto by: google.com

Aku berlari keluar kelas dan menuju ke lapangan sekolah. Saat itu sedang gerimis setelah beberapa jam hujan deras mengguyur jakarta, entah kenapa aku lebih suka gerimis dibandingkan hujan.
Ketika aku sedang menikmati guyuran gerimis itu di tubuhku, sesosok Pria menghampiriku dan berkata
“Kau bodoh!”

Malaikat Kiriman Tuhan..



                 
Foto by: google.com

“Kalian berdua sangat cocok” kataku ketika melihat mantan kekasihku menggandeng wanita lain.
Tetapi kenapa aku merasa sakit saat melihatnya, yaa tepat di hati ini ku rasakan sakit itu, begitu dalam, begitu pedih.

        “Terima kasih” ucap wanita itu yang selalu menempel lekat seperti permen karet dengan Ega (mantan kekasihku)

Menunggumu Kepastian


Ilustrasi by: google.com

“Hai” ucap seorang Pria terhadap wanita di sampingnya.
            Seketika wanita tersebut menengok kearah suara. Dia hanya tersenyum dan menganggukan sedikit wajahnya. Dia terdiam lagi.
“Sedang apa kamu disini?” ujar Pria itu.
“Aku sedang menunggu bertemu pujaan hatiku yang sudah lama tak berjumpa” ujar wanita itu sangat pilu.
“Memangnya kemana pujaan hatimu itu?”
“Dia meninggalkanku tanpa memberitahuku”

Senin, 05 November 2012

Terbujur Kaku Tanpa Jiwaku


       
Foto by: google.com


17 juli 2012 adalah hari pertama ku masuk ke sekolah setelah liburan panjang kenaikan kelas. Tapi semua terasa begitu aneh bagiku . Semua orang menjauhiku tanpa sebab. Pagi-pagi tadi kakak ku membuka pintu kamarku tapi tak ada sedikit katapun yang dia ucap, dia hanya terdiam memandangiku dan sejenak sekeliling kamarku.
 Orang tua aku memang jarang sekali ada di rumah, selalu sibuk dengan kerjaaan  yang memaksanya untuk keluar kota setiap minggunya. Huffftt, aku sarapan sendiri lagi pagi ini, sedangkan kakak ku sudah pergi ke tempat kerjanya.
                Jam sudah menunjukkan pukul 06.55 WIB, hampir saja aku terlambat datang ke sekolah hari ini, pintu gerbang sudah setengah  tertutup.
“Pagi pak Min” ucapku seperti biasa di setiap pagi untuk pak Min (sebutan untuk pak satpam di sekolah ku) yang selalu taat dengan peraturan sekolah, kalau sudah telat setengah jam, siswa benar-benar tak dibolehkan masuk dengan beliau.
Hmmm, pagi ini pak Min tidak menjawab sapaanku, tak biasa-biasanya dia seperti itu. Aku tak memperdulikannya lagi, langsung saja aku berjalan sendirian di koridor sekolah, semua teman tampak sibuk berlarian karena sebentar lagi proses belajar mengajar berlangsung. Hanya aku yang terlihat santai tanpa resah.
Sampai di kelas aku langsung duduk di tempat biasa aku duduk. “hay hay Lidya” sapa ku kepada teman sebangku, dia tampak sedih dan sedang merenung tanpa menjawab sapaan dariku,
“Apa ada yang salah dariku ??” protesku dalam hati.