Sabtu, 01 Juni 2013

Kapibara si 'Marmut raksasa' penghuni baru di Ragunan


Foto by: google.com

Saat sedang wawancara dengan pawang Kuda nil di kebun binatang Ragunan, Pasar Minggu. Saya dan teman-teman saya diperkenalkan hewan baru yang terdapat dalam kebun binatang tersebut. “Kapibara baru di datangkan dari Amerika 6 bulan lalu. Tetapi belum di pamerkan ke pengunjung.” Ujar pak Budi. Ini di sebabkan kandang yang nantinya akan menjadi kandang hewan ‘marmut raksasa’ ini sedang dalam proses pembangunan.
Kapibara merupakan hewan pengerat sejenis tikus. Hewan ini sebagai salah satu kerja sama penukaran hewan dengan Negara Amerika. Berat badan kapibara jantan 35 sampai 65 kg dan kapibara betina beratnya 36 sampai 66 kg. Tubuh kapibara sangat besar tetapi tubuhnya yang pendek dan gemuk mempunyai panjang 105 sampai 135 cm dan tinggi 51 sampai 61 cm dari bahu.




Kapibara adalah hewan semi-akuatik, sehingga menyukai lingkungan basah yang banyak ditumbuhi rumput dan dekat sungai atau rawa. Hewan ini melakukan sebagian besar aktivitas di darat, tetapi biasa berendam dan mencari makan dekat air dengan berenang dan menyelam. Saat cuaca panas mereka berendam dalam air. Mereka biasa makan pagi, sore dan malam hari. Kapibara hanya mampu menyelam beberapa menit saja, tetapi dapat bersembunyi di air dalam jangka waktu yang cukup lama dengan hanya memunculkan hidung mata dan telinganya untuk mengawasi lingkungan.
Hewan sosial ini berkomunikasi dengan menggunakan siulan, mendengking, dan gonggongan/menyalak, mereka juga mengeluarkan dan memproduksi kelenjar Scent (mengeluarkan bau untuk memberi tanda). Kapibara hidup secara berkelompok yang mencapai jumlah seratus ekor dalam satu kawanan. Biasanya kapibara ditemukan dalam kelompok 10 – 20 ekor. Satu kawanan kapibara dipimpin oleh seekor pejantan dengan anggota kelompok terdiri dari kapibara jantan muda, betina, dan anak-anak kapibara. Saat musim kemarau dimana persediaan air sangat terbatas, beberapa kelompok akan bergabung untuk menggunakan sumber air secara bersama-sama. Kapibara berkomunikasi dengan menggunakan suara menyalak, mencicit, melenguh, dan menggeram.
Kapibara dapat bereproduksi sepanjang tahun tetapi di habitat yang bermusim, puncak aktivitas seksual bertepatan dengan mulainya musim hujan, dimana terjadi pada bulan April – July. Mereka kawin di dalam air tepat sebelum musim hujan tiba dan periode kehamilan kapibara betina berlangsung selama 130 hari atau 5 bulan, puncak periode melahirkan mulai menurun pada saat akhir musim hujan. Saat ini di kebun binatang Ragunan jumlah hewan Kapibara yaitu 6 ekor, karena 3 bulan yang lalu Kapibara betina melahirkan 4 ekor anak Kapibara. “Belum sempat saya kasih nama anak-anak dari Kapibara ini.” Ucap pak Budi sambil tertawa.

Hewannya lucu banget kan :3
Alhamdulillah dapat informasi yang bermanfaat dari pak Budi.
Kapan-kapan kalau saya lagi main kesana, boleh nengokin hewan lucu ini secara ekslusif lagi kan Pak? Hehe :p



Tidak ada komentar:

Posting Komentar